BELAJAR

Oleh:

*Taufan Maulamin, SE, Ak, MM

Suatu hari Fulan berjalan menuju rumah temannya di kampung sebrang. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ia terjerembab dalam sebuah lubang perangkap. Untunglah Fulan masih selamat. Dengan luka di badannya, ia kembali pulang. Keesokan harinya, Fulan kembali melakukan perjalanan menuju rumah temannya. Akankah Fulan terjatuh lagi dalam lubang perangkap? Apakah Fulan akan terjerembab lagi? Jawabannya adalah tergantung Fulan.

Bila Fulan mengevaluasi hasil kejadian kemarin dimana ia terjatuh dalam lubang perangkap dan mengambil rencana bagaimana agar ia tidak terjatuh dalam lubang itu lagi, kemudian ternyata rencananya berhasil, maka ia telah melakukan suatu tindakan belajar. Bila ia masih terjatuh dalam lubang itu, maka tingkatannya hanya baru sekedar tahu, bahwa di situ ada lubang yang siap menjebak anda. Inilah bedanya belajar dan tahu.

Belajar artinya ada perubahan. Tahu berarti penumpukkan informasi di otak anda. Belajar adalah lompatan dinamis sedangkan tahu saja cenderung statis. Musuh orang yang belajar adalah para status quo. Orang-orang yang berusaha mempertahankan kedudukannya akan tergeser oleh para pembaharu, yaitu para pembelajar.

1. Motivasi Belajar

Mengapa kita belajar dan mengapa kita harus berubah? Di alam semesta ini, hampir semua benda mengalami perubahan. Apapun itu, baik matahari yang diprediksikan 5000 tahun lagi akan padam. Ada debu kecil di alam semesta ini yang diberi nama bumi, juga mengalami banyak perubahan. Lapisan ozon yang semakin menipis. Pergerakan kerak bumi yang mengguncangkan penduduk di atasnya. Belum lagi kerja mesin-mesin pengungkit energi, yaitu tumbuh-tumbuhan yang bekerja keras dengan proses fotosintesisnya. Semua mengalami perubahan.

Di dunia ini hanya ada dua tipe perubahan, yaitu: (1) perubahan menuju kehancuran dan (2) perubahan kebalikannya, yaitu berlawanan arah dengan kehancuran. Alam semesta ini pada hakekatnya berlaku hukum kehancuran. Setiap benda ada usianya dan sedang dalam proses menuju kehancuran. Tapi ada fenomena ajaib yang hanya ada di bumi, yaitu penambahan proses kebalikan dari proses kehancuran. Fenomena ini terjadi di bawah lapisan ozon. Kita mengenal istilah ekologi, siklus karbon, siklus oksigen, dll.

Ada ilustrasi, bila gelas kita jatuhkan, maka gelas itu akan pecah berantakan. Ini seperti proses yang terjadi di alam semesta. Tapi dengan adanya kita, gelas yang telah pecah itu dapat kita daur ulang lagi menjadi gelas yang utuh. Itulah yang terjadi di bawah lapisan ozon bumi ini. Belajar adalah perbaikkan menuju sesuatu yang lebih baik. Seperti ilustrasi yang di atas menghancurkan itu mudah, tapi membangun, memperbaiki, dan membuat yang baru itu lain persoalannya. Contohnya bila kita menghancurkan gedung bertingkat bisa dengan sekejap, tapi membangun gedung bertingkat yang serupa memerlukan waktu berbulan-bulan dengan biaya yang tidak sedikit.

Hukum yang berlaku menyatakan makhluk yang bermanfaat adalah makhluk yang mulia. Untuk bermanfaat kita harus belajar. Bermanfaat artinya memberi potensi positif bagi pembangunan maupun perbaikan yang telah ada bagi pemenuhan kebutuhan makhluk hidup. Menanyakan apa manfaatnya bagi aku? Biasanya memberi stimulus bagi seorang manusia untuk “doing somethink for somethink”, karena nilai manfaat tidak sekedar menjadi kebutuhan orang lain, tapi juga kebutuhan diri sendiri berupa aktualisasi eksistensi seorang manusia. Tidak bermanfaat berarti ketiadaan. Ketiadaan ketika hidup adalah kematian sebelum kematian datang menjemput.

2. Waktu Belajar

Waktu untuk belajar bukanlah waktu yang luang atau kosong dalam jadwal. Justru belajar harus kita plotkan dalam jadwal. Menciptakan waktu belajar tidak berhenti dari itu saja, tapi mempersiapkan tubuh kita untuk juga siap dalam keadaan belajar. Bangun pagi setengah jam lebih dari biasanya dapat mempersiapkan tubuh segar dan siap. Korbankan aktivitas lain. Matikan televisi saat anda sedang menonton. Pakai transportasi umum. Bawalah selalu notebook, PDA atau buku tulis untuk belajar di sela-sela menunggu, contohnya saat ngantri.

3. Area belajar

Mengetahui area belajar kita, dapat memudahkan pencapaian sehingga kita tidak mudah frustasi. Sepotong kecil kue lebih mudah kita telan, dibandingkan bila kita menelan semangkuk kue sekaligus. Maka penting bagi kita yang telah memilih area belajar untuk memotong-motong area itu menjadi potongan-potongan lebih kecil, sehingga mudah ditelan satu persatu.

4. Rencana Belajar

Potongan-potongan area belajar memudahkan bagi anda untuk memplotkan dalam jadwal. Masukkan area kecil-kecil itu dan berilah jangka waktu yang realistis bagi anda. Evaluasi pelaksanaannya. Komitmen dengan jadwal anda dan berilah waktu untuk merayakan setiap keberhasilan belajar anda.

5. Menjaga Kebugaran

Mengapa saya menggunakan kata “bugar”? Kebugaran berbeda dengan sehat. Sehat belum tentu bugar. Tapi bila bugar pasti sehat. Kebugaran diukur seberapa anda mampu mengkonsumsi oksigen untuk menjaga kestabilan tubuh anda. Dalam belajar diperlukan tidak sekedar tubuh yang sehat tetapi juga tubuh yang bugar. Bagaimana anda sanggup duduk berjam-jam mempelajari suatu bahan penting bila anda tidak memiliki tubuh yang mampu menopang selama itu. Pemain catur profesional memerlukan olah raga aerobik seperti jalan kaki minimal selama 1 jam per hari untuk mempertahankan kualitas tubuhnya hanya agar dapat duduk bertanding selama berjam-jam.

Selain olah raga aerobik, kualitas makan perlu anda perhatikan. Falsafah empat sehat lima sempurna harus benar-benar diterapkan. Alkohol, obat-obatan, pemanis, kafein, nikotin termasuk kelebihan gula dapat memicu kedunguan. Tapi perlu diingat, kebiasaan ‘ngemil’ saat belajar dapat dipertahankan. Energi belajar dapat dikeluarkan dengan relaksasi. Sebelum belajar, munculkan suasana damai dan positif bagi diri anda.

6. Mulai dengan Apa yang Diketahui

Sebelum mempelajari bagian yang telah direncanakan, keluarkan dahulu informasi apa saja yang anda ketahui mengenai subyek itu. Mengeluarkan informasi yang anda ketahui dapat menggunakan metode peta pikiran. Peta pikiran merupakan coretan-coretan gambar yang merupakan manifestasi pikiran anda mengenai suatu subyek. Tema utama diletakkan di tengah lalu anda menambahkan informasi di sekeliling tema utama itu.

Buat pertanyaan seputar subyek yang anda dalami. Siapa yang menemukan obat AIDS? Rumus apa yang dipakai? Kapan ia menemukan kapal itu? Kapan ulat jeruk membentuk kepompong? Di mana ular kobra membuat sarangnya? Mengapa air laut asin? Mengapa sabun dapat membersihkan baju kotor? Bagaimana kerja motor dua tak? Bagaimana hal ini dapat berhubungan dengan pengetahuan saya?

7. Modalitas Belajar

Belajar yang terbaik menggunakan semua modalitas belajar, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Setiap orang memiliki dominasi yang berbeda untuk setiap modalitasnya. Ada yang dominan visual, ada pula yang dominan kinestetik.

8. Membaca dengan Bijaksana

Tidak semua hal harus dibaca. Membacalah subyek yang ingin anda perdalam. Membaca yang baik harus didahului keingintahuan atas pertanyaan yang belum terjawab. Alangkah baiknya anda menyiapkan pertanyaan sebelum membaca buku. Ketika mulai membaca setidaknya ada tiga hambatan yang dicirikan dengan gejala khasnya, yaitu:

a. Bila anda mulai mengantuk, merasa malas, gugup, mulai mengeluh dan tidak mampu memanfaatkan bacaan itu, maka ini mengindikasikan ada makna dari yang anda baca belum dipahami dengan baik. Kata-kata yang anda baca menimbulkan kesalahan persepsi dari yang dimaksud penulis. Tentu saja ini menimbulkan “bad sector” di kepala anda yang akhirnya meminta “turning off” dari yang anda baca. Solusi dari masalah ini adalah temukan bagian yang kurang dimengerti itu. Biasanya satu halaman sebelum anda mengantuk. Carilah kata atau kalimat yang kurang dimengerti itu. Sering yang terjadi adalah “kata” bukan “kalimat” yang menjadi masalah. Kemudian carilah kata itu dalam kamus sekaligus perdalam makna kata itu, sehingga anda benar-benar paham akan kata tersebut.

b. Bila anda “mogok” baca, bosan, atau rasanya tidak memperoleh kemajuan, mengalami pusing kepala, dan sakit mata? Maka ada kemungkinan anda belum memiliki unsur-unsur dasar yang dibahas dalam buku itu. Biasanya hal ini dapat diatasi dengan melakukan domonstrasi dari yang anda pelajari. Demonstrasi ini dapat berupa menggambar, membuat tiruan asli sekaligus menerangkannya pada orang lain.

c. Bila anda bingung dan merasa berat? Biasanya gejala ini akibat pemahaman anda yang masih di bahwa level pembaca buku itu. Ini seperti anda yang sedang naik tangga dengan tiga anak tangga sekaligus. Tentu saja memberatkan. Jangan anda langsung membaca anatomi tubuh bila anda belum mempelajari biologi dasar. Oleh karena itu tuntaskan dahulu bacaan dasar anda, baru kemudian naik ke tingkat selanjutnya. Sekali lagi, bila anda mengalami gejala di atas maka turunkan level bacaan anda.

9. Mengingat Lebih Baik

Mengingat tidak sekedar menjadi hapalan yang akan hilang ditelan waktu. Tetapi lebih dari itu, kita memerlukan daya ingat yang lebih lama. Kalau bisa, kita dapat ingat seumur hidup. Betapa asyiknya pelajaran dari SD sampai kuliah kita dapat kita ingat sampai sekarang. Hal-hal yang telah dipelajari, tidak perlu kita pelajari lagi hanya gara-gara kita telah LUPA. Sejak sekarang, pemborosan umur akibat LUPA lebih baik kita kurangi. Bagaimana cara mengingat lebih lama? Setidaknya ada tiga hal yang mendasar yang perlu kita lakukan mengenai masalah ingatan ini:

a. Berikan perhatian pada yang ingin anda ingat. Bila di ruang rapat anda melamun, hampir dapat dipastikan anda tidak akan ingat apa yang sedang disampaikan bos. Apalagi bila anda sedang mengerjakan hal penting, sedangkan teman sedang berbicara dengan anda. Suaranya akan tertelan angin, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Memberikan perhatian adalah syarat utama yang pertama yang harus anda lakukan bila anda ingin ingat lebih lama.

Kita perlu ingat bahwa di sini memberikan perhatian lebih condong berkonsentrasi dengan tingkat emosi yang stabil atau relaks. Selain itu bila anda telah melakukan hal di atas maka yakinkan diri bahwa anda bisa mengingatnya. Sugesti ini penting, sepenting keperluan anda untuk mengingat informasi itu. Sugesti bahwa anda tidak bisa mengingat hal kecil apalagi yang besar, adalah sugesti yang harus dihilangkan. Sugesti yang harus ditanamkan adalah anda mampu mengingat hal itu karena mengingat adalah salah satu anugrah dari Yang Maha Mengetahui yang diberikan pada makhluknya. Setiap kita tentu harus bersyukur dengan anugerah itu. Ingat lho, kita punya otak yang lebih hebat dari komputer.

b. Ciptakan asosiasi yang memberikan persamaan, penghubung dan pengait dari item-item yang perlu diingat. Asosiasi adalah dasar dari teknik mengingat yang dilakukan oleh internal atau diri sendiri. Salah satu teknik ini, anda mungkin sudah pernah melakukannya seperti pembuatan akronim, akrostik dan penggunaan kata-kata populer. ABRI = Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, SIM = Surat Izin Mengemudi, dan HIPPI = Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia adalah contoh dari penggunaan akronim untuk memudahkan mengingat.

c. Gambarkan dengan jelas dalam pikiran anda. Menggambar dalam pikiran, saya pikir adalah pekerjaan yang sejak kecil sering kita lakukan. Bermain-main jadi pilot pesawat terbang, pura-pura menjadi sopir mobil, dan lain sebagainya. Selanjutnya yang menjadi pertanyaan adalah apakah anda melanjutkan kebiasaan itu ketika anda beranjak dewasa. Salah satu kekuatan ingatan adalah imajinasi yang jelas. Menggambar dalam pikiran dengan detail, termasuk aroma, suasananya, cahaya pantul, dan lain-lain sampai-sampai anda seakan-akan berada di alam lain. Coba anda mengingatnya dengan menggambar setiap item di atas di dalam pikiran anda! Setelah itu hubungkan dengan membuat alur kejadian seperti anda memasuki ke dalam rumah yang penuh barang-barang itu. Bayangkan barang-barang itu saling menyapa anda dan anda berusaha memanggilnya satu per satu.

d. Perulangan yang teratur menambah daya ingat anda. Perulangan tidak sekedar mengulang-ulang mengingat dalam satu waktu. Tapi lebih pada kapan anda menjadwalkan perulangan itu dan mengembangkan dari yang dihapalkan itu. Perulangan yang efektif dilakukan 10 menit setelah pelajaran lalu seminggu kemudian. 1 bulan kemudian, selanjutnya enam bulan setelahnya. Idealnya lama studi itu sekitar 30 -50 menit dilanjutkan dengan istirahat total sekitar 5 – 10 menit. Setelah istirahat, anda dapat melanjutkan studi dan seterusnya. Dengan teknik menghapal yang telah saya jabarkan di atas diharapkan anda dapat mempertahankan daya ingat anda selama mungkin.

10. Macam Belajar

Apa yang kita pilih untuk belajarnya akan menjadikan diri kita siapa sebenarnya anda. Belajar tentang menjejali dalam pikiran anda berbagai informasi yang diperlukan. Belajar tentang menempatkan fakta, data dan informasi berada di luar diri. Hal itu seperti simpanan uang di bank yang sewaktu-waktu dapat dikeluarkan untuk suatu keperluan. Contoh: belajar tentang manajemen, belajar tentang akuntansi, dan sejenisnya. Belajar dengan menempatkan diri anda sebagai subjek yang memerlukan media belajar lain yang lebih kompleks. Pembelajaran tipe ini mendorong kita untuk terlibat lebih aktif. Contoh: belajar dengan teman, belajar dengan komputer, dan sejenisnya. Belajar barasal dari dorongan diri atas keinginan menjadi sesuatu. Fakta, data dan informasi akan memiliki makna yang dalam bagi pembelajar ini. Lahir dari suatu visi dan bagaimana mewujudkan visi itu. Contoh: belajar menjadi menjadi komputer, belajar menjadi Bob Sadino, dan sejenisnya.

11. Pembelajar yang Cepat

Dunia persaingan yang keras dan perkembangan teknologi yang cepat, mengharuskan setiap orang di dunia ini untuk mau tidak mau harus menjadi seorang pembelajar yang cepat. Pembelajar yang cepat memilki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Terbuka atas saran, kritik dan nasihat yang membangun.

b. Proaktif.

c. Mengikuti perkembangan dunia usaha dan mampu memprediksi tren masa depan.

d. Berusaha menciptakan informasi.

e. Mengetahui dengan jelas ruang-ruang kosong pengetahuannya.

f. Tanggapan positif terhadap hal-hal baru.

g. Memahami prinsip-prinsip efektif.

h. Tidak selalu bersandar pada pengalaman.

*Direktur Program Pascasarjana Universitas Islam Azzahra dan Wakil Ketua Senior STIAMI Jakarta


1 Comments Add Yours ↓

  1. zul azmi sibuea #
    1

    zul azmi sibuea #
    10.23.2009 03:27
    1 Your comment is awaiting moderation.

    saya kirim per mail , rangkuman/adaptasi dari masudul,
    bisa loadkah di blog ini, please advise
    minal aidin wal fa’idzin
    zul azmi sibuea



Your Comment