GAYA BERPIKIR
Oleh:
*Taufan Maulamin, SE, Ak, MM
1. PEMIKIR SEKUENSIAL KONKRET (SK)
Pemikir dengan cara berfikir sekuensial konkret memperhatikan dan mengingat detail dengan lebih mudah, mengatur tugas dalam proses tahap demi tahap, dan berusaha mencapai kesempurnaan. Mereka selalu memecahkan masalah, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta atau kenyataan dan mengolah informasi dengan cara yang teratur, linear dan sekuansial. Bagi pemimpin dengan cara berpikir sekuensial konkret, realitas terdiri atas apa yang mereka ketahui melalui indra fisik mereka, yaitu indra penglihatan, peraba, pendengaran, perasa, dan pen-ciuman.
Mereka memperhatikan dan mengingat realitas dengan mudah, dan mengingat fakta-fakta, informasi, rumus-rumus, dan aturan-aturan dengan mudah. Orang sekuensial konkret selalu mengatur tugas-tugas menjadi proses tahap demi tahap dan berusaha keras untuk mendapatkan kesempurnaan pada setiap tahap. Mereka menyukai prosedur baku dan pengarahan. Oleh karena kebanyakan dunia bisnis diatur dengan cara ini, mereka menjadi profesional bisnis yang sangat baik.
Berikut ini adalah beberapa kiat bagi pemimpin dengan cara berpikir sekuensial konkret:
a. Atur atau rencanakan minggu atau hari-hari anda secara realistis.
b. Pastikan anda mengetahui semua detail yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan tugas.
c. Tentukan deadline dan pecah tugas Anda menjadi beberapa tahap.
d. Aturlah lingkungan kerja Anda sehingga nyaman dan tentram.
2. PEMIKIR SEKUENSIAL ABSTRAK (SA)
Realitas bagi sorang pemimpin dengan cara berpikir sekuansial abstrak adalah dunia teori metafisis dan pemikiran abstrak. Mereka senang berpikir konseptual dan menganalisis informasi. Proses berpikir mereka logis, rasional, dan intelektual. Aktivitas favorit mereka yang memiliki cara berpikir sekuensial abstrak adalah membaca, dan jika suatu proyek perlu diteliti, mereka melakukannya dengan mendalam. Mereka ingin mengetahui sebab-sebab dibalik akibat dan memahami teori serta konsep. Para pemimpin dengan cara berpikir sekuensial abstrak biasanya adalah pemimpin yang konseptual dan selalu menganalisa secara detail setiap tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Kiat-kiat bagi para pemimpin dengan cara berpikir sekuensial abstrak adalah :
a. Latih diri Anda berpikir. Ketika memecahkan masalah, ubah masalah Anda menjadi situasi teoritis dan pecahkan dengan cara itu.
b. Perbanyak rujukan Anda dan pastikan Anda mendapat semua fakta yang Anda inginkan jika Anda terlibat suatu proyek.
c. Upayakan suatu keteraturan, buatlah tabel-tabel, grafik langkah-langkah dan waktu yang diperlukan untuk setiap tugas Anda.
d. Analisislah orang-orang yang berhubungan dengan Anda.
3. PEMIKIR RANDOM KONKRET (RK)
Pemimpin dengan cara berpikir tipe acak konkret mempunyai sikap eksperimental yang diiringi dengan perilaku yang kurang terstruktur. Seperti pemikir sekuensial konkret, mereka berdasarkan pada fakta dan kenyataan, tetapi ingin melakukan pendekatan coba-coba (trial and error). Oleh karenanya, mereka sering melakukan lompatan intuitif yang diperlukan untuk menemukan alternatif dan mengerjakan segala sesuatu dengan cara mereka sendiri. Mereka lebih berorientasi pada proses daripada hasil. Akibatnya, proyek-proyek sering tidak berjalan sesuai dengan yang mereka rencanakan karena eksplorasi dan kemungkinan-kemungkinan yang muncul selama proses.
Kiat-kiat bagi pemimpin dengan cara berpikir acak konkret antara lain:
a. Percayalah bahwa melihat segala sesuatu lebih dari satu sudut pandang adalah hal yang baik. Temukan ide-ide alternatif dan eksplorasi semuanya.
b. Libatkan diri Anda dengan proyek yang mengeluarkan pemecahan masalah, atau kerjakan tugas Anda sendiri dengan memunculkan pertanyaan dan kemudian memecahkannya.
c. Tentuka deadline untuk setiap tugas Anda dan kemudian usahakan untuk menyelesaikannya tepat waktu.
d. Kalau Anda belum merasa bosan, buatlah perubahan-perubahan kecil untuk tetap menajamkan pikiran Anda.
e. Carilah orang-orang yang menghargai pemikiran divergen untuk mendukung Anda.
4. PEMIKIR RANDOM ABSTRAK (RA)
Bagi para pemimpin dengan cara berpikir tipe acak abstrak, realitas adalah dunia perasaan dan emosi. Mereka tertarik pada nuansa bahkan cenderung pada mistisisme. Orang-orang dengan cara berpikir acak abstrak menyerap ide-ide, informasi, dan kesan, kemudian mengaturnya dengan refleksi. Mereka mengingat dengan sangat baik jika informasi dipersonifikasikan. Mereka merasa dibatasi ketika berada dilingkungan yang sangat teratur sehingga biasanya tidak betah bekerja di bank atau sejenisnya.
Kiat-kiat bagi pemimpin yang berpikir secara acak abstrak antara lain:
a. Carilah rekan-rekan yang bisa bekerja sama dengan Anda.
b. Ketahuilah betapa kuat emosi mempengaruhi konsentrasi Anda, sehingga hindari orang-orang negatif.
c. Ciptakan asosiasi visual dan verbal seperti metafora, cerita-cerita lucu, dan ungkapan kreatifuntuk membantu Anda mengingat.
d. Bekerjalah dengan konsep besar terlebih dulu, baru kemudian ke detail.
e. Berhati-hatilah untuk memberikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.
f. Gunakan isyarat-isyarat visual, seperti menempel catatan di dinding kamar kerja, cermin, mobil atau dimana saja yang sering Anda lihat.
*Direktur Program Pascasarjana Universitas Islam Azzahra dan Wakil Ketua Senior STIAMI Jakarta



pak taufan
saya kirim artikel mengenai refutasi karl marx, karya terjemah/adaptasi dari masudul alam choudhury, per-email, dapatkah di upload pada blog ini, agar dibuka komentar dari khalayak blogger ??
tks
zul azmi sibuea